Resep Membuat Manusia
َلﺎَﻗ ُﻪْﻨَﻋ ُﷲا َﻲِﺿَر ٍدْﻮُﻌْﺴَﻣ ِﻦﺑ ِﷲا ِﺪْﺒَﻋ ِﻦَْﲪﱠﺮﻟا ِﺪْﺒَﻋ ِﰊَ ْﻦَﻋ: ِﷲا ُلْﻮُﺳَر ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ J َﻮُﻫَو ُقْوُﺪْﺼَﻤْﻟا ُقِدﺎﱠﺼﻟا: ًﺔَﻘَﻠَﻋ ُنْﻮُﻜَﻳ ﱠُﰒ ،ﺔَﻔْﻄُﻧ ًﺎﻣْﻮَـﻳ َْﲔِﻌَﺑْرأ ِﻪﱢﻣُ ِﻦْﻄَﺑ ِﰲ ُﻪُﻘْﻠَﺧ ُﻊَﻤْﳚ ْﻢُﻛَﺪَﺣَ ﱠنإ َﻞْﺜِﻣ ٍتﺎَﻤِﻠَﻛ ِﻊَﺑْرﺄِﺑ ُﺮَﻣْﺆُـﻳَو ،َحوﱡﺮﻟا ِﻪْﻴِﻓ ُﺦُﻔْـﻨَـﻴَـﻓ ُﻚَﻠَﻤْﻟا ِﻪْﻴَﻟِ ُﻞَﺳْﺮُـﻳ ﱠُﰒ ،َﻚِﻟَذ َﻞْﺜِﻣ ًﺔَﻐْﻀُﻣ ُنْﻮُﻜَﻳ ﱠُﰒ ،َﻚِﻟَذ: ٌﺪْﻴِﻌَﺳ ْوأ ﱞﻲِﻘَﺷَو ِﻪِﻠَﻤَﻋَو ِﻪِﻠَﺟََو ِﻪِﻗْزر ِﺐْﺘَﻜِﺑ . ِ ُﻩُﺮْـﻴَﻏ َﻪَﻟِ َﻻ يِﺬﱠﻟا ِﷲا َﻮَـﻓ ِﻞَﻤَﻌِﺑ ُﻞَﻤْﻌَـﻴَﻟ ْﻢُﻛَﺪَﺣَ ﱠن ِرﺎﱠﻨﻟا ِﻞْﻫَ ِﻞَﻤَﻌِﺑ ُﻞَﻤْﻌَـﻴَـﻓ ُبﺎَﺘِﻜْﻟا ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻖِﺒْﺴَﻴَـﻓ ٌعاَرِذ ﱠﻻِ ﺎَﻬَـﻨْـﻴَـﺑَو ُﻪَﻨْـﻴَـﺑ ُنْﻮُﻜَﻳ ﺎَﻣ ﱠﱴَﺣ ِﺔﱠﻨَﳉا ِﻞْﻫَﺎَﻣ ﱠﱴَﺣ ِرﺎﱠﻨﻟا ِﻞْﻫَ ِﻞَﻤَﻌِﺑ ُﻞَﻤْﻌَـﻴَﻟ ْﻢُﻛَﺪَﺣَ ﱠنإَو ،ﺎَﻬُﻠُﺧْﺪَﻴَـﻓ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻖِﺒْﺴَﻴَـﻓ ٌعاَرِذ ﱠﻻِ ﺎَﻬَـﻨْـﻴَـﺑَو ُﻪَﻨْـﻴَـﺑ ُنْﻮُﻜَﻳ َ ِﻞَﻤَﻌِﺑ ُﻞَﻤْﻌَـﻴَـﻓ ُبﺎَﺘِﻜْﻟا ِﻞْﻫ ﺎَﻬُﻠُﺧْﺪَﻴَـﻓ ِﺔﱠﻨَﳉا .َر َو ُﻩا ُﺒﻟا َﺨ ِرﺎ ﱡي َو ُﻣ ْﺴ ِﻠ ٌﻢ
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata.” Rasulullah Saw pernah menyampaikan (berita) kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan14 “Sesungguhnya kalian disemayamkan pembentukannya di rahim ibunya selama 40 hari yang berbentuk nutfah (sperma/mani), kemudian berubah menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama itu juga, kemudian menjadi mudghah (embrio) selama 40 hari, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh padanya. Lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 macam: rezekinya, ajal, amal dan celaka atau kebahagiaanya. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia,15 ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali (hanya) sehasta (satu dira’).16 Kemudian dia didahului oleh ketetapan Allah, lalu dia melakukan perbuatan ahli neraka, maka iapun masuk neraka. Ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta. Kemudia dia didahului oleh ketetapan Allah, lalu ia melakukan perbuatan ahli surga, maka iapun masuk surga.” (HR. Bukhâri dan Muslim).
I. Biographi Rawi
Ibnu Mas’ud ra merupakan salah satu fukaha (ahli fikih) dari kalangan sahabat dan merupakan pakar Al-Qur’an dan ahli tafsir sekaligus seorang pemuka qira’ah terkemuka. Ia termasuk salah seorang sahabat yang berhasil menghafal Al-Qur’an dan disuruh membaca oleh Nabi di hadapan beliau.17 Ia dikenal sebagai salah satu dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga oleh Nabi tanpa hisab. Umar bin Khatab ra mengutusnya ke Kota Kufah sebagai seorang pengajar karena ketinggian ilmunya. Para ulama besar yang berasal dari Kufah di kemudian hari adalah binaan Ibnu Mas’ud seperti’Alqamah ibn Qais, Masruq ibn Ajda dan lainnya.18 Ibnu Mas’ud wafat di kota Madinah tahun 32 H.
II. Pelajaran yang terdapat dalam hadits
1. Berita apapun yang didengar selayaknya harus diteliti terlebih dahulu kebenarannya terlebih lagi berita fitnah. Dalam hadist ini terlihat kesopanan Ibnu Mas’ud ketika menceritakan ucapan Nabi dan ia menceritakannya karena Nabi seorang jujur dan benar.
2. Allah Swt mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk kebahagiaan dan kesengsaraanya.
3. Manusia dalam hidupnya memilih dan memutuskan kemana jalan hidupnya? masuk surga atau neraka? Dan amal perbutan merekalah yang menyebabkan mereka masuk ke salah satunya.
4. Amal perbuatan akan dinilai di akhirnya, dengan demikian jangan sampai terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus terus menerus memohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khatimah).
5. Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan keteguhan dalam jiwa.
6. Tidak khawatir dalam masalah rizki dan harus qana’ah (menerima) apapun yang telah digariskan Allah dan tidak terlalu dibutakan oleh masalah rezeki
7. Semua manusia akan mati dan hal itu menurut keputusan (hak preogratif) Allah semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar